Our First Anniversary

Mahameru, 8 Juni 2013

Melihat Yogi sibuk berfoto dengan bendera komunitas yang dibawanya, Bayudha seperti tak mau kalah. “Aku juga mau foto sama nama komunitasku ah,” katanya. Ditulisnya kata ’Awaspala’ besar-besar pada pasir di tanah tertinggi Pulau Jawa itu. Ketujuh orang yang lain hanya tertawa melihat tingkah dan nama unik tersebut.

Namun, nama sederhana nan menarik itu telah meninggalkan jejak tersendiri. Tak hanya sekali atau dua kali kata ‘awaspala’ diucapkan selama perjalanan menuruni Semeru. Setiap ranting, langit-langit ruangan, atau kusen pintu yang rendah selalu jadi pemicu disebutnya kata ini.

Kata itu melekat di lidah. Melekat di otak. Hingga akhirnya melekat pada diri kami.

Awaspala

 

 Curug Panjang, 24 Agustus 2013

“Biasanya di trip-trip yang lain orang-orangnya cuma ketemu sekali atau dua kali setelah trip. Habis itu sudah, jalan masing-masing,” Hafit memulai. “Tapi kita di Awaspala ini sudah terbukti kesolidannya. Setelah kopdar pertama di PRJ sekaligus tiup koreknya Moo, lalu kopdar di Bandung. Terus kopdar lagi di Monas. Dan sekarang kita kumpul di sini, lengkap, berdua belas. Jadi, kita resmikan saja ya Awaspala sebagai sebuah komunitas.”

Seruan menyetujui terdengar dalam lingkaran kecil itu.

“Kita perlu simbolisasi nih. Pake apa ya?”

Sesaat hening ketika masing-masing mencari ide.

“Makan cabe aja,” celetuk Siswanto. Tatapannya tertuju pada gorengan bergelimang cabe rawit yang berserakan di tengah lingkaran.

“Oh ya ya, ide bagus,” tak disangka-sangka Hafit menyambut baik ide tersebut. “Kita makan cabe aja.” Sementara yang lain menyambut dengan erangan antara shock, tak setuju, tapi merasa ide itu sepertinya seru juga.

“Kalo gitu harus ada filosofinya,” terdengar sebuah suara berpendapat sementara Hafit dengan senyum terkembang membagi-bagikan cabe.

“Ya, nanti dicari filosofinya.”

“Saya. Saya. Saya,” serta merta sebuah suara berseru penuh semangat. “Ini berarti,” ucap Yogi sembari mengacungkan cabe di tangannya, “kita nggak sama-sama cuma pas seneng-seneng aja, tapi pas pedes-pedes juga.”

Kembali terdengar persetujuan disertai anggukan sepakat.

“Oke, ditahan lima menit ya, baru minum,” instruksi Hafit sambil menjaga semua botol air minum jauh dari jangkauan.

Cabe sebagai komitmen untuk selalu bersama dalam segala kondisi pun dilahap…

… dan Awaspala resmi berdiri.

full team

Curug Panjang, 24 Agustus 2013

Tak terasa satu tahun berlalu. Pada awalnya hanya ada 13 orang yang merasakan nikmat pedasnya setiap gigitan cabe dalam kebersamaan. Kini 22 orang lain pun telah menjadi bagian dari keluarga Awaspala.

Gen-2 Gen-3

Tradisi dari Generasi ke Generasi


Curug Panjang, 24 Agustus 2014

Perayaan satu tahun diputuskan sebagai momen napak tilas hadirnya Awaspala. Curug Panjang pun kembali menjadi saksi.

Namanya napak tilas, hingga untuk urusan tersesat pun dilakukan kembali. Rute menuju area Curug Panjang memang dihiasi beberapa percabangan tanpa adanya papan penunjuk arah yang memadai. Alhasil, sebagian besar mengambil jalan yang salah. Parahnya lagi jalan itu merupakan turunan berbatu-batu. Susah payah sepeda motor-sepeda motor merangkak kembali ke atas hingga terpaksa menurunkan separuh penumpangnya.

“Gua juga nyasar ke sini dulu!” seru Boim setengah kesal setengah tak percaya, setibanya kembali di mulut percabangan.

Tak lama Siswanto muncul dari arah berlawanan dengan sepeda motornya, seorang diri. Yap, dia baru saja terselamatkan dari melalui jalan yang salah dan berbatu-batu.

Begitu tiba di area perkemahan, tenda-tenda dibangun, dan banner dipasang.

1st anniv

Gerimis mulai menitik. Acara makan malam bersama berubah menjadi sebagian-makan-di-tenda-sebagian-tetap-mampu-menikmati-makan-di-bawah-taburan-air. Saat berbungkus-bungkus nasi dan ayam goreng tinggal gumpalan-gumpalan kertas nasi, langit kembali terang. Matras yang digelar di depan banner kembali terisi penuh. Hafit membawakan acara. Menyampaikan apa yang terjadi satu tahun lalu pada generasi-generasi baru adalah agenda saat itu. Namun, entah alam sedang bermain-main atau ingin memberikan cerita berbeda kali ini, gerimis datang lagi. Bahkan berubah menjadi hujan deras hingga masing-masing berlindung ke dalam tenda.

Beberapa orang yang kelelahan mulai lelap dalam hangatnya sleeping bag. Malam seperti akan berakhir di titik ini. Tapi beberapa orang tampak tak terganggu oleh cuaca. Mengenakan jas hujan atau jaket, mereka tetap bercengkerama di luar tenda. Tawa ceria mereka kala bermain ‘Pancasila 5 Dasar’-lah mungkin yang membuat hujan berubah pikiran dan memberikan malam itu untuk sebuah perayaan kebersamaan.

Ketika Hafit ditarik untuk bergabung, pengalaman dan suasana setahun lalu pun disampaikan. Bukan melalui kata-kata, tapi sebuah permainan. “Kita main ‘Saya berkata’,” ujar Hafit. Tawa semakin riuh dengan kekocakan yang terjadi. Seiring dengan berjalannya permainan, peserta bertambah satu demi satu, masing-masing keluar dari tenda.

“Oke, ganti permainan. Sekarang telapak kiri dibuka, telunjuk kanan di atas telapak kiri temen sebelahnya.” Satu lagi permainan dari masa lalu. Kemudian satu permainan baru ditambahkan, ‘Manusia dan Vampir’. Ketegangan suasana meningkat ketika ‘manusia-manusia’ mengetahui keberadaan ‘vampir’ di antara mereka, tapi tak mengetahui jati dirinya. Salah memilih pasangan akan membuat mereka terinfeksi dan menjadi ‘vampir’.

Pergerakan waktu pun tak terasa, malam yang telah larut tak kentara, sampai “Yak, sudah 15 menit menjelang tengah malam,” diumumkan dan kue berhias lilin-lilin yang membentuk kata ‘HAPPY BIRTHDAY’ serta sebuah angka 1 dikeluarkan.

Kue

“Sambil menunggu jam 12, kita bikin video ucapan dulu. Isinya kesan dan harapan untuk Awaspala. Mulai dari…” Setelah saling lempar tak karuan, akhirnya Hafit berkata, “Ya sudah, mulai dari saya ya.”

Achuy pun siap dengan kamera di tangan, mengabadikan semuanya.

Umur satu tahun itu kalau manusia masih belajar merangkak lalu berjalan. Demikian juga Awaspala. Semoga ke depannya kita bisa berlari dan terus berlari – Caecilia

 

Ini seperti menjahit sebuah baju. Yah, semoga kalian mengerti maksud saya – Nantan Yogi

Selepas tengah malam, lagu ‘Happy Birthday to You’ dinyanyikan dan lilin-lilin ditiup. Acara tukar kado pun dimulai. Dengan kisaran harga 10.000 – 15.000 rupiah sebagai ketentuan, macam hadiah yang muncul bervariasi. Mulai dari tempat makan, penjepit, sikat hingga huruf-huruf dalam alfabet yang biasanya digunakan sebagai sarana belajar anak-anak.

Tukar kado

Sibuk buka kado

Tantangan lain dalam acara ini adalah membawa kado dengan nominal mendekati 12.345. Bayu muncul sebagai pemenang yang membawa pulang hadiah tantangan ini dengan nominal kado 12.300.

Bayu

Pemenang Tantangan

 

 

Makan pagi

Makan pagi bersama

Ramalan

Sesi Ramalan oleh Arti

river trekking

River tekking menuju Curug Panjang menjadi acara pamungkas dari perayaan 1st anniversary Awaspala

Nama kami datang dari celetukan sederhana. ‘Ritual inisiasi’ kami datang dari celetukan sederhana. Celetukan-celetukan yang kemudian ditanggapi secara serius. Hingga terbentuklah sebuah komunitas dengan mimpi dan angan yang luar biasa.

Inilah kami, orang-orang sederhana yang bertindak secara serius dalam menggapai mimpi-mimpi yang luar biasa.

Curug Panjang

Curug Panjang, 25 Agustus 2014

 

 

Selamat ulang tahun.. Semoga semakin solid, sukses, dan berkembang. Let’s explore the world, not exploit the world! – Halilintar C. Buana

Selamat ulang tahun… Smoga tambah dewasa 🙂 – Alpin Soritua

Welcome to the new age, my family *hug* – Nurul Husna

Happy first anniversary. Semoga makin solid dan sering ngetrip – Hikmah Prahara

Happy first anniversary, tetap solid dan jaga terus kekayaan ibu pertiwi.. – Muhammad Yusuf

Selamat… Semoga makin mencintai alam ini dengan bijak :)) – Dwi Dayatmo

Posted in Catatan Perjalanan and tagged .

5 Comments

  1. inilah yg sllu mmbuat aku kangen kalian
    aku tak pndai berkata-kata indah namun,
    akan ku pohonkan satu Doa unt kesejahteraan kalian kawan
    karena Aku sayang kalian

    love you All
    Masduki-Man

  2. suka kata-katanya… 🙂

    “Inilah kami, orang-orang sederhana yang bertindak secara serius dalam menggapai mimpi-mimpi yang luar biasa”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *