0__MG_0191-01

Pendakian Gunung Agung jalur Besakih

Sisa Lamunanku di Gunung Agung
( Tanjakan Idola Turunan Nyiksa )


Gunung Agung Bali.. Wohoooo salah satu Gunung yang berada di pulau Dewata sangat di Sucikan oleh masyarakat yang mayoritas beragama Hindu. Gunung ini sangat disucikan sekali oleh masyarakat sekitarnya jadi gunung ini sangat dijaga, namun sayang masih banyak sekali vandalisme , cuma bikin gatel mata aja tuh , yang sudah sudah semoga ga bertambah lagi. Anggep aja itu hasil coretan tangan manusia purba yang blom kenal peradaban. Gunung Agung ini dipercaya tempat bersemanyamnya Para Dewa-dewa jadi tidak bisa sembarangan mendaki gunung ini. Jadi dikala ada Upacara Adat Gunung Agung ditutup untuk pendakian jadi saran saya cari info dulu sebelum mendaki gunung ini jangan sampe kesana pas ada upacara Adat Zonnkk lahhhh. Gunung ini juga mewajibkan memakai jasa Guide . Kenapa?? Karena ini kan gunug suci, mungkin dengan jasa mereka kita bisa lebih hikmat lagi mendakinya. Harganya mahal gak?? ahhh biasa aja sebanding lah nanti sama apa yang kalian dapatkan , kalo masih terasa mahal saran saaya kalian nabung dulu sampai terasa tak mahal hehehehee.

Gunung Agung ini terletak di kecamatan Rendang , Kabupaten Karangasem- Bali. Ada beberapa jalur pendakian ke Gunung Agung :
1. Pura Besakih , Kecamatan Rendang . Kabupaten Karangasem
2. Pura Pasar Agung dari kecamatan Selat , Kabupaten Karangasem
3. Budakeling lewat nangka
Jalur yang paling ngehitss adalah lewat Pura Besakih jalur ini saya namain Tanjakan Idola Turunan Nyiksa heheeee. Gunung Agung juga adalah salah satu Gunung berapi yang aktif yang mempunyai ketinggian 3142 Meter diatas permukaan laut. Untuk transportasi kesini saya sarankan kalian menggunakan jasa Travel untuk antar jemput atau juga kalian bisa sewa mobil sendiri. Karena di Bali sulit menemukan angkutan umum kalaupun ada mungkin tidak sampai malam. Untuk perjalanan saya dan team yang berjumlah 7 Orang semuanya berasal dari kota Hujan, kita memilih sewa mobil dan setelah dihitung harganya lebih murah dibanding kita sewa jasa antar jemput maklum untuk masalah harga kita pasti pilih yang paling miring dan nyaman hehehee. Untuk perjalanan dari bandara ke Pura Besakih kita mengandalkan Google maps dan alhamdulillah sampe kurang lebih 2 jam 30 menit perjalanan.

Tepat Pukul 04.30 sampailah kita di Parkiran Pura Besakih, Wohhh ternyata kita nyampe kepagian sekali, masih terlihat sepi hanya ada beberapa mobil yang parkir. Saya coba hubungi Guide yang udah saya booking ternyata beliau juga masih nyaman dengan mimpi dan tempat tidurnya. Okelah kita sepakat istirahat di mobil sambil nunggu sang Fajar bersinar menyapa dunia. Langit pun mulai terang dan ponselku berdering nampaknya si Guide ini yang menelpon diajaklah kita ke temapat beliau. Dengan ramah dan senyum khas orang Bali kita disambut senanglah kita, ternyata kita masih bisa diterima hehehheee. Perkenalkan Guide yang kita pakai adalah Guide recomended banget udah pasti nyaman dan aman kalo dianter sama dia. Namanya Pak Putu Suantare selain ramah, kuat , dan sabar ini ternyata beliau juga handal dalam Fotography ahhh senangnya pendakian kali ini, tugas saya yang tukang abadikan moment ada yang handle. Dia jago ambil moment, tau spot terkece, dan bisa ngatur gaya biar ga kaku kaya kanebo kering.Sebelum Pendakian saya ditanya mau ngecamp atau tek tok ??? saya sih jawabnya tek tok lah pak kan katanya ga boleh ngecamp. Beliau pun menjawab kata siapa justru saya sarankan jika pendaki lokal mending ngecamp aja. Ada 2 keuntungan kalo ngecamp bisa liat sunset & sunrise dan juga kalian tidak akan terlalu cape. Wohhhh benar juga pikir saya biar sama sama enak jalannya okelah kita pilih ngecamp dengan peralatan tenda & masak sudah disediakan oleh pak Putu suantare ini memang Guide recommended ajibbbbbb.

Jam 09.00 setelah sarapan dan istirahat yang cukup kamipun repacking, jangan lupa bawalah persediaan air yang cukup untuk nanjak ,dan nanti turun. Karena diatas tidak ada Sumber air. Ada sumber air tapi tidak boleh sembarang orang yang ambil air itu. Maklum ini gunug suci kita harus taati peraturan tersebut sebagai tamu. Jam 10.00 kami mulai start nanjak dari pintu masuk Pura Pengubengan. Ada beberapa pos yang harus kalian lewati untuk mencapai puncak melewati jalur ini. Pura Pengubengan adalah Pura yang selesai dibangun pada tahun 2008 yang sudah berada di ketinggian 1100 mdpl dimana ini adalah titik pertama kalian mulai melangkah berjalan menuju puncak yang kalian idamkan dari sini jalan nanjak terus dan ada beberapa bonus yang akan kalian temukan ( masih bisa senyumlah lewati track ini ) hahaaaa. Setalah 1 jam berjalan barulah kita temukan Pos 1 atau yang masyarakat disana namakan Pelinggih 1 yang berada di ketinggian 1513 mdpl, berasal dari kata Linggih (duduk) pelinggih berarti tempat bersemayamnya para dewa atau penguasa alam. Sebuah tempat menjadi pelinggih dengan diupacarakan /disucikan terlebih dahulu. Di pelinngih Guide akan meletakan canang (sajen).

Lumayan lelah kitapun beristirahat di Pos 1 ini selama 15 menit sambil mengunyah perbekalan yang kita bawa. Mulut dan perutpun sudah bosan bekerja dan kini kaki yang akan bekerja dengan keras. Benar saja ternyata track menuju ke Pos 2 ini nanjak terus ga ada bonusnya jika jalan normal dari Pos 1 ke Pos 2 akan memakan waktu 2 jam dengan dipersulit lagi oleh oleh track yang sebagian pasir / kerikil semacam pasir jika mau muncak ke gunung rinjani lah mulai perlu ketabahan disini hahahaa jika sudah 2 jam berjalan kalian akan bertemu Pos 2 atau Pelinggih 2 yang berada di ketinggian 1797 mdpl. Mulai terasa cenat cenut nih dengkul pantas saja Pak Putu Menyarankan pendaki lokal lebih baik ngecamp ya kerena beliau tau fisiknya pendaki lokal dan pendaki asing rasanya ingin buka tenda saja ujar teman saya, eittttsss tapi target kita ngecamp di Pos 5 masihh jauh huhuhuuu.
Yuk jalan lagi lah kita dengan sisa sisa semangat yang masih berkobar, maklum gaes hari pas kita nanjak bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia jadi kita dibantu oleh semangat 45 para pejuang kemerdekaan, berharap besok paginya kita bisa mengibarkna bendera sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan tak terasa ternyata perjalan dari Pos 2 ke Pos 3 tidak ada habisnya dengan medan yang sama seperti ke Pos 2 tetapi ini lebih panjang. Sesekali kami menyapa pendaki yang turun dari puncak dan mereka tanya , Masih Jauh kan ke Pos 2 ??? pikir saya mereka yang turun saja bilang masih jauh kah? Apalagi kita yang nanjak.. Eta Terangkanlahhhhhh….hahaha. Dengan senyum saya bilang lumayan mas nikmatin aja kalo pengen cepet mending prosotan dah hihhiiii. 3 jam pun berlalu barulah kita menemukan pohon melintang dan enak sekali buat di dudukin atau ditidurin, Ya Allah rasanya udah kaya tiduran di kasur yang empuk dan ternyata itu adalah Pos 3 ujar Guide kita. Akhhh kita break dulu yahhhh. Lumanyan lama kita break disini memang banyak menguras tenaga untuk bisa sampai sini. Setelah saya Ingat dibawah sebelum pohon melintang ini ada tulisan yang menunjukan lokasi ke arah bawah. Ternyata itu adalah Tirta Giri Kusuma nahh itu adalah mata air suci. Sekilas tentang Tirta Giri Kusuma ini yang berada di ketinggian 2110mdpl masyarakat disini percaya bahwa mat air ini adalah mata air suci. Berasal dari kata tirta yang berarti air, giri yang berarti gunung dan kusuma yang berarti menyempurnkan. Tirta Giri Kusuma adalah mata air suci tertinggi di Bali, Masyarakat kerap mengambil air suci untuk keperluan upacara keagamaan.
Sorepun mulai nampak masih 2 Pos lagi yang harus kita tempuh. Perjalanan ke Pos 4 pun sama saja nanjak tiada henti Cuma intensitas track pasirnya agak berkurang. Pokoknya buat kalian yang mau nanjak kesini jangan lupa bawa geiter lumayan buat menghadanga pasir yang berniat masuk ke dalam sepatu kita, lumayan kan daripada sepatu kalian jadi kaya truk pengankut pasir hehehee. Nanjak terus selama 1 jam ahhhhhh barulah sampai di Pos 4 mulai terbuka juga pemandangannya. Sambil istirahat nunggu yang lain datang saya dan yang lainya tidak mau ketinggalan moment buat foto foto. Di Pos 4 aja uda keliatan samudera Awannya apalagi dipadukan dengan terbenamnya matahari langitpun mulai berwarna merah jinga ahhh pokoke cuamik lahh kebayar capenya. Pos 4 ini udah berada di ketinggian 2388mdpl disini kita bisa mendirikan sekitar 4 tenda untuk kapasitas tenda 4 orang. Tadinya kita mau ngecamp dsini karena ada 3 orang dari team kita yang masih di bawah. Sebenranya satu lagi sih 2 orang itu adalah tamu guide kita juga yang berasal dari Bali, pertama kali nanjak langsung ke Agung hebattttttt brohh.
Magribpun tiba tak lama teman kami datang, kami menunggu mereka hanya ingin memastikan keadaan mereka masih kuat atau tidak, jika tidak kami buka tenda di pos ini. Mereka bilang masih sanggup tapi agak lama jalannya, ya saya mengerti namanya juga nanjak pasti cape, sabarrrrrr. Terlihat dikejauhan kata guide kita tuhh kita akan ngecamp dibawa Batu besar yang putih itu. Kalo diliat dari jarak ya deket sihh, tapii kalo dipake nanjak membutuhkan waktu 1 jam huahahahaha.
Akhirnya Pos 5 juga setelah 1 jam berjalan, tanpa banyak cakap saya dan yang lainnya pun langsung bergareak mendirikan tenda sebab disini lokasinya sangat terbuka anginnyapun kencang. Di Pos 5 ini cukup luas bisa mendirikan 5-7 tenda namun ada beberap spot yang tanahnya miring tapi bisa lah untuk di dirikan tenda selebihnya kalian yang belajar tidur di posisi miring hehehee. Tenda sudah berdiri team kami pun sudah lengkap dan aman semua ke lokasi ini. Sambil menikmati kopi kita disajikan pemandangan langit yang bertabur bintang bahasa kerennya milkyway dan tak lupa juga apa abadikan moment tersebut kerana kan Cuma gambar sama pengalaman yang boleh diambil dari pendakian ke gunung selebihnya kita yang jaga. Malampun mulai larut dan kami pun terjaga oleh kehangatan tenda dan sleepingBag.
Kringgggg Alarm berbunyi tanda sudah jam 4 kami pun bersiap untuk melanjutkan perjalanan ini. Namun kali ini taem tak selengkap kemarin 3 diantara kita harus menginap di hotel bertabur bintang hahahaa. Kalo melihat peta perjalanannya sih dari Pos 5 ke puncak itu 2jam entahlah dengan fisik kita yang sudah mulai terkuras ini dapat berapa jam juga yang penting kita sampai bermodalkan semangat jangan kendor karena kita ini Pelancong ( pelan pelan cong ) yang penting sampe, gak ngejar sunrise karena karena emng udah pasti ga kekejar hahahaha. Untuk perjalanan ke puncak dari Pos 5 ini sudah tracknya mulai batu batu besar kita harus menggunakan tangan agar bisa menggenggamnya untuk menjaga kestabilan badan kita. Ini Tajakan pavorit banget deh sepanjang tanjakan kalian disuguhkan pemandagan yang kerenn. Terlihat keinndahan danau batur dan berdampingan dengan gunung Baturnya teramat sayang jika dilewatkan untuk sesi foto, tapi ingat utamakan keselamatan. Sebab trecknya lumayan curam harus cari pijakan yang kuat dulu untuk ambil posisinya. Tak jauh dari Pos 5 sekitar 5 menit berjalan disitu terdapat bangunan seperti tempat bersembahyang. Itu adalah Kori Agung , Kori berarti pintu/gerbang sedangkan agung berarti besar. Kori Agung adalah pelinggih yang terletak di batas Vegetasi tepat dibawah tebing sebelum menuju puncak.
2 jam perjalanan benar saja meleset dari perkiraan, sudah pasti kita bakal lama di foto foto hahaha. Sampailah kita di Puncak 1 2946mdpl wohoooooo muantep tenan. Berjalan lagi sekitar 30menit sampailah kita di puncak 2 mulailah terlihat Gunung-gunung di atas sini Rinjani nampak terlihat cantik, Raung nampak terlihat Gagah owhh sungguh indah ini perjalanan. Berjalan lagi kita dari puncak 2 sampailah kita di Puncak 3 kurang lebih 30menit berjalan. Tuntas sudah terbayar sudah lelah letih lesu perjuangan menuju puncak ini 3142mdpl. Bersma – sama kami dan rombongan yang lain mengibarkan bendera merah putih super besar yang dibawa oleh rombongan lain dan dengan hikmat kita menyanyikan lagu Indonesia Raya di Atap Pulau Dewata.
Jika berjalan normal dari bawah diperkirakan kita akan membutuhkan waktu :

  • Pura Pengubengan 1100mdpl ke Pelinggih 1 / Pos 1 1513mdpl 1 Jam
  • Pelinggih 1 / Pos 1 1513mdpl  ke Pelinggih 2 / Pos 2 1797mdpl 2 Jam
  • Pelinggih 2 / Pos 2 1797mdpl ke Pos 3 / Tirta Giri Kusuma 2110mdpl 3 Jam
  • Pos 3 2110mdpl ke Pos 4 2388mdpl 1 Jam
  • Pos 4 2388mdpl ke  Pos 5 2571mdpl 1 Jam
  • Pos 5 2571mdpl ke Puncak 1 2946mdpl 1 Jam
  • Puncak 1 2946mdpl ke Puncak 2 3035 30 Menit
  • Puncak 2 3035mdpl ke Puncak 3 3142mdpl 30 Menit

Hal hal penting yang perlu diperhatikan jika mendaki Gunung Agung :

  1. Pendakian harus dilakukan bersama Guide
  2. Wanita haid tidak boleh melakukan pendakian
  3. Tidak boleh membawa daging sapi saat melakukan pendakian
  4. Jangan menggunakan perhiasan Emas saat pendakian
  5. Periksa kalender Bali sebelum melakukan pendakian, Sebab tidak boleh mendaki jika ada upacara Keagamaan
    Jagalah pikiran, ucapan dan tindakan selama pendakian

 

0_IMG_0561

0__MG_0191-01

0_IMG_0679-01

0_IMG_0636

IMG_20170907_194702_174

Awaspala puncak gunung agung

0_IMG_06710_IMG_0660

0_IMG_0645-010_IMG_0605

_MG_0227

_MG_0202

_MG_0074

 

 

Posted in Catatan Perjalanan, Gunung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *